Jujur ya, dulu aku mikir kalau urusan desain interior itu cuma buat orang-orang tajir. Yang rumahnya gede, punya budget besar, dan pengen gaya hidup mewah. Tapi ternyata, makin ke sini, aku makin sadar kalau desain interior itu bukan soal gengsi—tapi soal kenyamanan dan fungsi yang pas.
Waktu pindah ke rumah baru di Surabaya, aku ngerasa ada yang kurang. Ruangan sih lengkap, tapi feel-nya nggak dapet. Sofa nganggur di pojokan, dinding kosong, dapur terlihat biasa aja. Awalnya pengen beli perabotan tambahan, tapi pas diskusi sama temen yang kuliah arsitektur, dia bilang, “Bukan soal isiannya, tapi soal penataannya.”
Dan dari situlah aku mulai kepikiran buat cari tahu soal jasa desain interior.
Desain yang Menyesuaikan Gaya Hidup
Ternyata, desain interior itu bisa sangat personal. Misalnya aku yang suka baca dan ngopi pagi-pagi, pengen banget punya sudut baca kecil dekat jendela. Tapi kalau asal taruh kursi dan rak buku aja, hasilnya nggak nyatu. Ada ilmu tersendiri buat bikin sudut kecil itu terasa hangat dan nyaman.
Di sisi lain, keluarga aku juga butuh dapur yang ringkas tapi fungsional. Sering masak, suka simpan banyak bumbu, tapi nggak punya ruang besar. Nah, di sinilah pentingnya desain yang pintar—gimana caranya setiap bagian rumah bisa optimal dipakai sesuai kebiasaan penghuninya.
Desain yang bagus itu bukan cuma estetik, tapi juga praktis.
Nyari Jasa Desain Interior Nggak Sesulit Dulu
Kalau dulu harus datang ke showroom atau kantor konsultan desain, sekarang udah banyak layanan interior yang bisa dicek via online. Tapi PR-nya tetap: nyari yang cocok dan bisa dipercaya.
Aku sempat coba kontak beberapa jasa desain interior Surabaya. Ada yang fast respon, ada juga yang butuh beberapa hari baru bales. Ada yang portfolio-nya keren banget, tapi waktu aku tanya soal ruang sempit, mereka kasih solusi yang rasanya nggak sesuai sama kondisi rumahku.
Yang aku cari itu bukan cuma “desainer”, tapi partner yang mau dengerin kebutuhan, bukan maksa tren atau gaya yang mereka suka sendiri.
Beda Tipis Antara Mewah dan Terjangkau
Banyak yang berpikir kalau desain interior pasti mahal. Padahal, banyak juga kok jasa interior rumah yang tetap affordable tanpa ngorbanin kualitas. Kuncinya ada di komunikasi yang baik, pemilihan material yang pas, dan tentu saja: desain yang realistis sesuai kebutuhan.
Waktu aku mulai proyek kecil-kecilan di rumah—cuma re-layout ruang tamu dan dapur—aku iseng cari referensi desain minimalis, japandi, dan scandinavian. Dan ternyata bisa lho ngatur ulang semua itu tanpa harus ganti semua furniture.
Kombinasi warna, pencahayaan alami, dan penataan yang efisien itu udah bisa bikin rumah berubah vibe-nya.
Ketemu Tim Interior yang Cocok
Nah, dari banyak browsing dan diskusi, akhirnya aku ketemu satu tim desain yang gayanya pas banget. Mereka nggak nge-push pake gaya tertentu, tapi lebih banyak tanya: “Aktivitasnya sehari-hari di rumah gimana?” atau “Paling sering ngumpul di ruang mana?”
Obrolan kayak gini yang bikin aku makin yakin buat lanjut. Setelah ngobrol soal konsep, mereka kasih moodboard dan sketsa awal. Dan dari situ aku langsung ngerasa: “Wah, ini nih yang aku cari!”
Mereka bantu aku mikirin storage tersembunyi di dapur, lighting di ruang tamu, sampai pemilihan warna cat yang bikin rumah terasa luas.
Salah satu hal yang bikin aku tertarik adalah pendekatan mereka yang realistis dan grounded. Nggak jual mimpi, tapi justru ngasih opsi-opsi yang bisa disesuaikan sama kondisi nyata rumah dan aktivitas kita sehari-hari.
Dan akhirnya, aku pun ngerasa aman buat rekomendasikan mereka ke temen-temen lain yang lagi cari jasa desain interior murah di Surabaya. Beberapa dari mereka bahkan udah mulai renovasi kecil-kecilan, dan hasilnya keren—personal, fungsional, dan pastinya nggak bikin dompet megap-megap. Tim mereka juga care banget sama detail—dari pola lantai sampai rekomendasi tempat beli furnitur lokal yang kualitasnya bagus.
Rumah yang Bercerita
Sekarang, setiap kali ada yang datang ke rumah, pasti langsung nanya: “Wah, siapa yang desain? Kok space-nya pas banget, ya.” Dan aku selalu jawab: “Desainnya nggak perlu ribet kok, asal sesuai sama gaya hidup.”
Dan emang itu intinya. Rumah itu tempat buat tumbuh, istirahat, dan jadi diri sendiri. Kalau desainnya mendukung semua aktivitas itu, ya kita juga bakal lebih betah tinggal di dalamnya.
Jadi kalau kamu lagi bingung cari desain interior yang cocok buat rumah, apartemen, atau bahkan kantor kecilmu, coba deh cari yang pendekatannya nggak ribet dan ngerti kebutuhan kamu. Kadang yang kita butuhin bukan desain paling ‘wah’, tapi ruang yang paling kita banget.