Macam macam Model Bisnis

Business model adalah sebuah model dasar yang menjelaskan bagaimana sebuah bisnis yang bisa hasilkan keuntungan. Melalui komponen ini, bisnis nggak akan berjalan tanpa arah. Karena, mereka sudah tahu apa produk yang diciptakan serta target pasar yang akan dituju.

Nggak cuma itu, adanya model bisnis juga buat bisnis kamu berbeda dengan bisnis kompetitor. Karena itu, selain menentukan produk yang mau diciptakan, seseorang juga bakal mengetahui value atau nilai apa yang akan diberikan pada pelanggan. Dengan gitu, otomatis pelanggan akan menyukai produk atau layanan yang ditawarkan dari sebuah bisnis.

 

Macam-Macam Model Bisnis

Franchise

Model bisnis ini dikenal dengan sebutan waralaba. Kebanyakan dipakai oleh bisnis restoran, tapi tidak jarang juga dipakai oleh industri jasa. Konsep model ini adalah waktu ada seseorang ingin memulai bisnis, tidak perlu buat bisnis sendiri dari awal. Cukup gunakan model yang sudah ada dari brand tertentu, kemudian bayar uang kompensasi kerja sama.

Marketplace

Marketplace juga jadi salah satu model bisnis yang sangat terkenal. Marketplace adalah business model yang mempertemukan antara penjual sama pembeli secara online dan biasanya pakai situs web atau aplikasi.

Model bisnis ini bisa dapatkan keuntungan dari berbagai sumber pemasukan, termasuk dari transaksi yang dilakukan.

 

Dropship

Jenis model ini juga mengandalkan online dalam aktivitasnya. Biasanya, orang yang jalankan bisnis ini disebut sebagai dropshipper. 

Nah, sebagai dropshipper, kamu jual barang pada konsumen melalui toko online-mu, tapi produk tersebut datang dari pihak lain.

Keuntungannya relatif kecil, karena pendapatannya dihitung selisih modal untuk beli produk serta harga yang diberikan kepada konsumen.

 

Subscription

Business model ini menerapkan bisnis dimana pelanggan akan dikenakan biaya berlangganan untuk mendapatkan akses dari layanan tersebut.

Waktu langganannya bermacam-macam, ada yang satu tahun, satu bulan, tiga bulan, dll.

 

Manufaktur

model bisnis ini bergerak pada usaha membuat barang mentah jadi sebuah produk, baik produk untuk diolah kembali ataupun sebagai end product. Waktu melakukan penjualan, manufaktur akan langsung menjualnya pada konsumen atau bahkan pada pihak ketiga.

 

Sumber artikel: https://nirvanaharapan.com/